Senin, 04 Oktober 2010

mengubah waktu

Rindu membebaskan aku dari sunyi. Kaukah mengubah waktu menjadi lonceng yang mengingatkan aku akan pagi yang indah. Seperti gemetar tanganmu di dada, memetik dawai-dawai yang hilang menjadi nada-nada yang dinyanyikan tetes embun. Begitu jernih bisikmu menyapa.
Rindu membebaskan aku dari temaram. Relung langit tak mampu menampung kegelisahanku. Karenanya senja tak berlangsung lama. Di balik bintang-bintang, kaukah yang mengarahkan kompas hatiku? Sehingga kutemukan guguran daun-daun yang kautitipkan pada angin.
Rindu membebaskan aku dari kelam. Kaukah menggenggam rembulan di bingkai jendela. Membulatkan keheningan menjadi sekeping cahaya, yang mengubah lapang malam menjadi taman. Yang menuntunku  ke sudut kenangan.
Rindu membebaskan aku dari dingin. Secangkir kopi panas masih menguap hingga dada. Mengalir tanpa henti ke setiap nadi. Hangatkan jiwaku. Mungkin kautitipkan belaianmu pada angin. Gemuruh nafasmu menelusuri rambutku, menembus hingga ke lubuk mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar